Perdagangan melalui jaringan elektronik sebagai penggunaan computer untuk memudahkan semua operasi perusahaan. Banyak operasi bersifat internal yang biasanya dilakukan dalam perusahaan oleh area bisnis keuangan, sumber daya manusia, jasa informasi, manufaktur, dan pemasaran. Beberapa area memiliki tanggung jawab utama untuk elemen-elemen tertentu. Keuangan berhubungan dengan pemegang saham dan pemilik serta pelanggan perusahaan. Sumber daya manusia memiliki perhatian khusus pada masyarakat global dan serikat buruh. Jasa informasi berhubungan dengan pemasok perangkat keras dan perangkat lunak. Manufaktur berhubungan dengan pemasok perusahaan san serikat buruh .Strategi yang paling penting disebut adalah strategi yang elemen-elemennya dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Strategi ini adalah system antar organisasi (IOS). Istilah lain adalah EDI yaitu pertukaran data elektronik. Pertukaran data elektronik adalah suatu cara untuk mencapai system antar organisasi. Pembagian informasi berbasis computer yang sensitive dengan perusahaan lain dengan menggunakan teknologi yang umumnya diasosiasikan dengan internet, ekstranet biasanya terlindung dibalik firewall. Firewall adalah perangkat lunak computer yang hanya mengijinkan akses oleh pemakai sah.
E-commerce itu sendiri merupakan perdagangan/perniagaan yang menggunakan media elektronik sebagai perantaranya. Biasanya menggunakan internet sebagai medianya.
Perdagangan melalui jaringan elekronik dapat didefenisikan dengan sangat sempit dapat dikatakan hanya mencakup transaksi bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dan pemasok, dan sering digambarkan dalam internet, seolah-olah tidak ada alternatif komunikasi lain. Kita mengambil pandangan yang jauh lebih luas. Kita mendefenisikan perdagangan melalui jaringan elektronik sebagai pengguna komputer untuk memudahkan semua operasi perusahaan. Perusahaan-perusahaan ikut serta dalam perdagangan melalui jaringan elektronik untuk mencapai perbaikan diseluruh organisasi. Perbaikan ini diharapkan menghasilkan tiga manfaat utama:
- Pelayanan pelanggan yang lebih baik,
- Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik,
- Pengembalian atas investasi pemegang saham, dan pemilik yang meningkat.
Tujuannya perusahaan menggunakan sistem E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungan, pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional dan virtual : Responsif (respon yang cepat dan ramah), Dinamis, Informatif dan komunikatif.
Dari semua penjabaran diatas diharapkan terciptanya sebuah sistem informasi perusahaan teknologi informasi yang memberikan pelayanan serta memiliki kualitas yang profesional pada bidang e-Commerce. Sementara itu e-commerce tidak dapat distandarkan dengan pasti, namun secara umum e-Commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
Kamis, 20 Mei 2010
kesimpulan implementasi sistem informasi terhadap perusahaan dalam bidang jasa e-commerce
Diposting oleh ...:::PinKLuvLy:::... di 07.18Minggu, 09 Mei 2010
kendala yang dihadapi dalam proses implementasi sistem
Diposting oleh ...:::PinKLuvLy:::... di 07.01Perusahaan teknologi informasi dengan aspek usaha meliputi Sistem Integrasi, IT Solutions dan Hardware Reseller adalah suatu usaha yang termasuk dalam bidang jasa e-commerce, yaitu perdagangan melalui Jaringan Elektronik Transaksi bisnis yang menggunakan akses jaringan, sistem berbasis komputer, dan jaringan internet. E-commerce itu sendiri adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet. Tujuannya perusahaan tersebut menggunakan sistem E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungan, pengelolaan yang berorientasi pada pelayanan, kombinasi konsepsi pelayanan konvensional dan virtual : Responsif (respon yang cepat dan ramah), Dinamis, Informatif dan komunikatif.
Adapun kendala yang dihadapinya yaitu bandwidth yang berharga mahal, merchant (perusahaan tersebut) akan berfikir lebih bila harus mengeluarkan biaya lebih untuk kualitas dan availability yang sama. Tetapi kendala tersebut masih ringan dan ada kendala lain yang perlu benar-benar diperhatikan yaitu Kepercayaan yang rendah, baik bagi para penjualnya ( banyak situs eCommerce palsu) dan pembelinya juga ( buktinya banyak carder yang belakangan diketahui atau carder yang kurang beruntung yang tertangkap). Para pembeli / pembelanja belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce, mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari di e-commerce, belum ada cara yang mudah dan sederhana untuk membayar. Di samping itu, surfing di e-commerce belum lancar betul. Pelanggan e-commerce masih takut ada pencuri kartu kredit, rahasia informasi personal mereka menjadi terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik. Umumnya pembeli masih belum yakin bahwa akan menguntungkan dengan menyambung ke Internet, mencari situs shopping, menunggu download gambar, mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan kemudian harus takut apakah nomor kartu kredit mereka di ambil oleh hacker.
Dalam mencapai sasaran di atas, kunci utama untuk memecahkan masalah adalah merchant harus menghentikan pemikiran bahwa dengan cara menopangkan diri pada Java applets maka semua masalah akan dapat dipecahkan (solved), padahal kenyataannya adalah sebetulnya merchant harus me-restrukturisasi operasi mereka untuk mengambil keuntungan maksimal dari e-commerce. Untuk meyakinkan pelanggan, e-merchant harus melakukan banyak proses pemandaian pelanggan. Misalnya pada halaman Web dapat dibuat label yang memberikan informasi tentang produk dan harganya, akan sangat memudahkan untuk search engine menemukan sebuah produk secara online.
Selasa, 13 April 2010
proses tahapan implementasi sistem
Diposting oleh ...:::PinKLuvLy:::... di 04.352. Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan integritas yang tinggi guna memberikan kepuasan kepada pelanggan.
3. Memberikan kepuasan yang seimbang, baik kepada pelanggan, karyawan maupun pemegang saham.
- Mengevaluasi dan mengimplementasikan sistem informasi pada bidang e-commerce berupa pelayanan pada teknologi terkini meliputi hardware dan software.
- Melakukan programming serta uji program, dimaksudkan untuk meneliti atau melihat sejauh mana bahasa pemrograman yang dipakai agar lebih efisien dan efektif.
- Merancang alur kerja pada sistem agar tidak terjadi kerangkapan dalam kegiatan kerja.
- Penyusunan dokumen Hasil Studi Evaluasi Implementasi Sistem
- Pemeliharaan optimasi hardware dan software.
Selasa, 16 Maret 2010
Tahapan Implementasi Sistem Informasi
Diposting oleh ...:::PinKLuvLy:::... di 12.35Tahap implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak aplikasi.
Tahap implementasi sistem terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut ini :
1. Menerapkan rencana implementasi
Rencana Implementasi dimaksudkan terutama untuk mengatur biaya dan waktu yang dibutuhkan selama implementasi. Dalam rencana implementasi ini, semua biaya yang akan dikeluarkan untuk kegiatan implemntasi perlu dianggarkan dalam bentuk anggaran biaya. Anggaran biaya ini selanjutnya juga berfungsi sebagai pengendalian terhadap biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Waktu yang diperlukan untuk melakukan kegiatan juga perlu diatur dalam rencana implementasi dalam bentuk skedul waktu. Skedul waktu berfungsi sebagai pengendalian terhadap waktu implementasi.
2. Melakukan kegiatan implementasi
>>Mendapatkan atau memilih sumber daya hardware, dan software. Hardware yang dipilih disesuaikan dengan konfigurasi, begitu pula dengan software.
>>Pemilihan dan pelatihan personil
Personil disiapkan dengan terlebih dahulu memberikan pelatihan dalam bentuk ceramah/seminar, pelatihan secara prosedural maupun tutorial mengenai sistem informasi sesuai fungsi tugasnya. Tujuannya adalah agar para personil mengerti dan menguasai operasi sistem dan cara kerja sistem serta apa saja yang diperoleh dari sistem. Pemilihan personil dilakukan melalui 2 sumber, yaitu: dari personil yang telah ada dalam organisasi atau personil baru yang berasal dari luar organisasi.
>>Pemilihan tempat dan instalasi perangkat keras dan perangkat lunak (Menyiapkan Fasilitas Fisik)
Fasilitas-fasilitas fisik yang disiapkan antara lain : lokasi atau ruangan untuk server dan client, tempat untuk komputer dan periferalnya termasuk keamanan fisik untuk menjaga berlangsungnya peralatan dalam jangka waktu yang lama seperti: pemasangan AC agar udara ruangan tetap sejuk, penerangan yang cukup dan power supply cadangan/UPS.
>>Pemrograman dan pengetesan program
Menyiapkan database secara tepat disesuaikan dengan software aplikasi/program yang digunakan. Melakukan pengujian terhadap program apakah sudah berjalan dengan baik untuk berlanjut pada tahap selanjutnya.
>>Pengetesan sistem
Melakukan pengujian atau pengetesan awal sistem untuk mengetahui apakah sistem sudah berjalan atau beroperasi dengan baik. Jika ternyata belum, maka harus dilakukan perbaikan ulang.
>>Konversi sistem
Konversi sistem merupakan tahapan yg digunakan untuk mengoperasikan sistem baru dalam rangka menggantikan sistem yang lama atau proses pengubahan dari sistem lama ke sistem baru
>> Melakukan Simulasi
Kegiatan simulasi berupa pengetesan sistem secara nyata yang melibatkan personil yang sesungguhnya. Langkah ini dapat disebut sebagai langkah pengetesan awal.
3. Tindak lanjut implementasi
Analis sistem masih perlu melakukan tindak lanjut berikutnya seteleh sistem baru diimplementasikan. Analis sistem masih perlu melakukan pengetesan penerimaan sistem. Pengetesan ini berbeda dengan pengetesan sistem yang telah dilakukan sebelumnya. Jika pada pengetesan sebelumnya digunakan data test/semu, tapi pada pengetesan ini dilakukan dengan menggunakan data sesungguhnya dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh analis sistem bersama-sama dengan user.
referensi :
http://p0nkdbyt3.blogspot.com/2010/03/implementasi-sistem-informasi.html
avi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/75/Tinjauan+PSI.doc
Minggu, 07 Maret 2010
Revisi SDLC
Diposting oleh ...:::PinKLuvLy:::... di 09.19PT. Mi**o* Mu**i*a I**e**a*i merupakan kelompok usaha di bawah TWS Group yang dikelola oleh manajemen yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun dan memiliki tenaga-tenaga professional yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Dalam membangun aplikasi, PT tersebut menerapkan metode SDLC (System Development Live Cycle) yaitu:
• Planing, membuat proyek sistem atau aplikasi dengan tujuan strategik perusahaan agar tercipta suatu goal congruence.
• Analisa Sistem, dimana system analyst pt tersebut akan melakukan analisa terhadap bisnis proses yang telah berjalan dalam perusahaan baik itu yang masih manual maupun yang sudah menggunakan sistem komputerisasi dan kemudian mendefinisikan kebutuhan yang diperlukan untuk proses pembangunan aplikasi.
• Desain Sistem, team application development akan membuat desain sistem yang dibangun disesuaikan dengan informasi yang telah diperoleh dari hasil analisis, meliputi spesifikasi software yang akan digunakan dan konfigurasi sistem aplikasi yang digunakan.
• Implementasi Sistem, tahap pembangunan sistem sampai pada penggunaaan untuk proses operasional sehari-hari, meliputi pembuatan infrastruktur sistem aplikasi, pembuatan aplikasi, dokumentasi dan pelatihan bagi user.
Dengan spesifikasi sistem:
> Sistem Client - Server Application .
> Dibangun menggunakan Visual C#.Net.
> Database SQL Server 2000.
> Menggunakan Platform Microsoft Windows 2000/2003 server.
• Maintenance, Akan dilakukan pengecekan secara rutin apabila terdapat kesalahan akan dilakukan perubahan, oleh karena itu piranti lunak harus disesuaikan lagi untuk menampung perubahan kebutuhan yang diinginkan konsumen.
Jumat, 26 Februari 2010
Tugas 1 : SDLC
Diposting oleh ...:::PinKLuvLy:::... di 12.24SDLC (System Development Life Cycle) merupakan susunan langkah pembuatan sistem informasi, yang diharapkan akan menghasilkan sistem yang diinginkan oleh user. Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.
SDLC biasanya digunakan untuk proses pengembangan sistem. SDLC terdiri atas beberapa tahapan dimana setiap tahapan tersebut saling berkaitan dan dilakukan review yang terus menerus atas semua tahapan yang ada tersebut dilaksanakan secara berurutan.
Tahapan-tahapan dalam SDLC bisa berbeda dari sebuah pendekatan yang digunakan. Akan tetapi hampir semua metoda SDLC yang digunakan akan mengikuti tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Planing
2. Analisys
3. Design
4. Implementation
5. Maintenance
>>>>>>>>>>>
Dibawah ini adalah salah satu SDLC penjualan dari suatu perusahaan bernama PT. Mi**o* Mu**i*a. Akan di jelaskan sedikit tentang penerapan sdlc pada perusahaan tersebut.
1.Planing
Pada tahap pertama yaitu identifikasi atas sistem berjalan, seleksi atas teknologi yang ada dan perencanaan dapat disebut sebagai proses perencanaan sistem.Tujuan system planning adalah mengkaitkan suatu proyek sistem atau aplikasi dengan tujuan strategik perusahaan agar tercipta suatu goal congruence.
2.Analisys
Merupakan proses pengumpulan kebutuhan piranti lunak. Untuk memahami dasar dari program yang akan dibuat, seorang analisis harus mengetahui ruang lingkup informasi, fungsi-fungsi yang dibutuhkan, kemampuan kinerja yang ingin dihasilkan dan perancangan antarmuka pemakai piranti lunak tersebut.
Tahap ini melibatkan dua proses yaitu:
a.Survey
Survei atas sistem yang ada pada dasarnya merupakan aktivitas perolehan fakta yang terdiri dari sumber data, pengguna, penyimpanan data, proses, aliran data, pengendalian, volume transaksi, tingkat kesalahan, biaya sumber daya dan kegiatan operasional yang mengalami bottleneck maupun tersumbat.
Teknik untuk memperoleh fakta tersebut antara lain observasi, partisipasi tugas, interview personel maupun mereview dokumen-dokumen kunci.
b.Analisa kebutuhan pengguna.
Dokumen yang dihasilkan pada proses ini adalah system analysis report yang berisi temuan survei, masalah pada sistem yang ada, kebutuhan pengguna dan sistem baru yang diinginkan.
3.Design
Perancangan piranti lunak merupakan proses bertahap yang memfokuskan pada empat bagian penting, yaitu: Struktur data, arsitektur piranti lunak, detil prosedur, dan karakteristik antar muka pemakai.
4.Implementation
Menerapkan bahasa pemrograman yang akan dipakai, database, serta spesifikasi perlatan komputer yang digunakan dengan menggunakan :
> pc berbasis intel core 2 duo dengan RAM 2GB
> Sistem Client - Server Application .
>Dibangun menggunakan Visual C#.Net.
> Database SQL Server 2000.
> Menggunakan Platform Microsoft Windows 2000/2003 server.
5. Maintenance
Proses ini dilakukan setelah piranti lunak telah digunakan oleh pemakai atau konsumen. Perubahan akan dilakukan jika terdapat kesalahan, oleh karena itu piranti lunak harus disesuaikan lagi untuk menampung perubahan kebutuhan yang diinginkan konsumen.


